IofC Indonesia
Published on IofC Indonesia (https://id.iofc.org)

Home > Merawat Perdamaian dari Dalam: Refleksi Jujur Creators of Peace di NCM 2026

Merawat Perdamaian dari Dalam: Refleksi Jujur Creators of Peace di NCM 2026

Saturday, August 15, 2026

Merawat Perdamaian dari Dalam: Refleksi Jujur Creators of Peace di NCM 2026

Bandung, 8–9 Agustus 2026 — Di tengah rangkaian National Consultation Meeting (NCM) 2026 yang diselenggarakan Initiatives of Change (IofC) Indonesia, satu program menjadi sorotan khusus dalam forum tahun ini: Creators of Peace (CoP).

CoP adalah salah satu program di bawah payung IofC, sejajar dengan program-program lain, tanpa ada yang lebih diutamakan. CoP selama ini menjadi ruang bagi para penggerak, khususnya perempuan, untuk membangun budaya damai mulai dari lingkup pribadi, keluarga, hingga komunitas. Pendekatannya sederhana namun mendalam. Karena perdamaian di ranah publik tidak akan berakar kuat apabila tidak dimulai dari perdamaian di ranah personal, dalam diri sendiri, dalam relasi terdekat, baru kemudian meluas ke masyarakat.

Namun justru prinsip itulah yang kini sedang diuji dari dalam. Belakangan, CoP menghadapi dinamika internal yang tidak ringan, seiring munculnya perbedaan pandangan dan gesekan di antara para penggeraknya. Ironisnya, program yang selama ini mengajarkan resolusi konflik kepada komunitas di luar, kini harus menghadapi ujian yang sama persis di dalam barisannya sendiri. Kondisi inilah yang membuat CoP menjadi salah satu perhatian utama dalam agenda NCM tahun ini, bukan untuk ditutupi, melainkan untuk dihadapi secara terbuka di hadapan seluruh gerakan.

Ketika Ruang Aman Diuji oleh Kenyataan

Konflik dalam sebuah gerakan berbasis nilai sering kali terasa lebih berat dibanding konflik organisasi pada umumnya. Ada harapan yang lebih tinggi terhadap konsistensi antara apa yang diajarkan dan apa yang dijalani sehari-hari. Ketika gesekan muncul di dalam CoP,  program yang identitasnya melekat pada kata "peace" itu sendiri, pertanyaannya bukan lagi sekadar "bagaimana menyelesaikannya", tetapi juga "apakah kita berani jujur bahwa ini sedang terjadi".

Pertanyaan itulah yang tampaknya mendorong lahirnya sebuah keputusan penting: alih-alih membiarkan persoalan mengendap dan hanya dibicarakan di balik layar, para penggerak CoP memilih untuk membawanya ke ruang terbuka, di tengah momentum besar NCM 2026.

Ruang Jujur di Malam Sabtu

Pada Sabtu malam, di sela rangkaian utama NCM 2026, diadakan pertemuan khusus yang difungsikan sebagai ruang evaluasi jujur bagi CoP. Ini bukan forum untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, melainkan ruang untuk mendengarkan versi cerita masing-masing pihak, mengakui bagian yang selama ini sulit diakui, dan bersama-sama mencari jalan keluar, sebuah proses yang jauh lebih menuntut keberanian dibanding sekadar berdiplomasi atau saling menghindar.

Semangat ini sejalan dengan empat nilai dasar yang diwariskan dalam gerakan IofC, yang dikenal dengan singkatan PHUL: Purity (Kesucian), Honesty (Kejujuran), Unselfishness (Ketidakegoisan), dan Love (Cinta Kasih). Keempat nilai ini bukan sekadar jargon yang ditempel di dinding sekretariat, melainkan alat introspeksi yang lazim dipakai dalam sesi Quiet Time dan pada malam itu, keempatnya diuji langsung dalam praktik:

  • Honesty menuntut setiap pihak berani menyebut persoalan apa adanya, tanpa memoles atau menyembunyikan bagian yang tidak nyaman.

  • Purity, dalam konteks ini, berarti kejernihan niat, memastikan evaluasi dilakukan untuk memperbaiki, bukan untuk membenarkan diri atau menjatuhkan pihak lain.

  • Unselfishness menjadi penyeimbang, mendorong setiap orang menahan ego dan mendahulukan kepentingan bersama sebagai gerakan, di atas kepentingan atau posisi pribadi.

  • Love menjadi dasar agar proses ini tidak berhenti pada koreksi yang dingin, melainkan tetap dijalani dengan kepedulian terhadap sesama penggerak yang tengah berselisih.

Pertemuan malam itu, dengan demikian, menjadi lebih dari sekadar agenda tambahan dalam rundown. Ia menjadi pengingat bahwa membangun perdamaian bukan hanya kerja ke luar menghadapi konflik di masyarakat, memfasilitasi dialog antarkelompok, tetapi juga keberanian untuk berdamai dengan dinamika di dalam rumah sendiri, tempat yang sering kali justru paling sulit untuk jujur.

(Tim Creators of Peace (CoP) melakukan evaluasi terhadap kinerja dan pelaksanaan program selama hampir satu tahun sebagai bagian dari refleksi dan perbaikan ke depan.)

Selaras dengan Semangat Refleksi NCM

Momen evaluasi CoP ini beririsan langsung dengan semangat besar NCM 2026, yang memang menempatkan sesi Correction & Reflection sebagai salah satu inti kegiatan, ruang bagi setiap tim dan divisi untuk jujur mengevaluasi komunikasi, dinamika tim, keberlanjutan, hingga tata kelola gerakan secara lebih luas. Dalam konteks ini, apa yang dilakukan CoP pada Sabtu malam bukan sekadar respons atas persoalan sesaat, melainkan cerminan nyata dari nilai-nilai yang terus digaungkan sepanjang NCM: keterbukaan hati dan pikiran, serta keberanian untuk saling mendengarkan meski dalam situasi yang tidak mudah.

Ada pelajaran yang lebih luas di sini bagi seluruh gerakan IofC, tidak hanya bagi CoP: bahwa evaluasi jujur, sekalipun menyakitkan ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses menjaga sebuah komunitas tetap hidup dan relevan. Menghindari konflik demi menjaga citra ke luar justru berisiko mengikis kepercayaan dari dalam secara perlahan.

(Peserta NCM melakukan quiet time untuk melihat ke dalam diri dan memeriksa kembali niat masing-masing)

Harapan ke Depan

Konflik internal di tubuh CoP belum sepenuhnya terselesaikan dalam satu malam, dan memang tidak realistis untuk berharap demikian. Namun langkah untuk duduk bersama dan berbicara jujur menjadi fondasi yang penting untuk proses selanjutnya. Para penggerak CoP berharap momentum ini dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kembali kepercayaan antaranggota, menata ulang cara berkomunikasi, dan memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan bukan berhenti begitu forum NCM usai.

Lebih dari itu, proses ini menegaskan bahwa nilai-nilai PHUL bukan sekadar slogan yang dilafalkan dalam sesi refleksi, melainkan pedoman nyata yang harus dihidupi termasuk, dan mungkin terutama, pada saat-saat paling tidak nyaman sekalipun. Keberanian merawat kedamaian di internal gerakan sendiri, pada akhirnya, adalah prasyarat sebelum sebuah program bisa terus dipercaya untuk membawa pesan damai ke ruang yang lebih luas.

"Building trust across the world's divides."

(Foto bersama seluruh peserta setelah rangkaian NCM selesai.)

— Ditulis dari rangkaian National Consultation Meeting 2026, Initiatives of Change (IofC) Indonesia

 

Penulis: Chintia Giana 

Editor: Riri Lestari


Source URL: https://id.iofc.org/merawat-perdamaian-dari-dalam-refleksi-jujur-creators-peace-di-ncm-2026